


 |
|
Mangkusantara adalah situs
yang berupaya menerjemahkan petunjuk-petunjuk Allah swt untuk memperbaiki
kehidupan bangsa Indonesia yang carut marut dan kusut samut tak tentu arah
serta tidak memiliki pedoman yang kuat untuk mengarungi kehidupannya. Allah
swt sesungguhnya Mahabaik dan Maha Penyayang. Dia senantiasa memberikan
petunjuk setiap hari kepada manusia. Masalahnya, manusia tidak semua
memiliki kemampuan dan kejernihan diri untuk menyerap petunjuk Allah swt
tersebut. Penyebab utama yang menjadi penghalang manusia dalam menerima
petunjuk tersebut adalah dalam dirinya senantiasa disibukkan oleh hal-hal
yang bersifat duniawi, kebanggaan diri, serta kebodohan terhadap pengetahuan.
Masa ini adalah episode puncak kebodohan manusia, khususnya bangsa Indonesia
yang sejak dulu telah memiliki penyakit rendah diri dan sering terpesona
oleh segala sesuatu yang berbau luar negeri. Dalam dirinya merasa bahwa
memang bangsanya adalah kelas rendahan yang selalu harus meniru orang lain.
Bahayanya adalah kita sudah kehilangan keyakinan bahwa sesungguhnya kita
adalah bangsa yang kuat, kaya raya, cerdas, tangguh, dan religius. Presiden
RI ke-1 Ir. Soekarno telah menyindir kita semua bahwa kita telah hilang
kekuatan dan kelaki-lakian kita. Kita telah percaya bahwa kita adalah 100%
bangsa kambing yang selamanya harus dituntun oleh orang lain. Dengan
demikian, kita sudah sangat puas dengan kondisi seperti ini dan membeo saja
terhadap pikiran-pikiran bangsa lain yang memiliki budaya, keimanan, dan
kepentingan berbeda dengan kita.
Sistem politik demokrasi yang digunakan oleh negeri ini merupakan suatu
pengakuan bahwa bangsa lain itu lebih hebat dari kita. Kita telah terkelabui
oleh sistem politik demokrasi Amerika yang pascaperang dunia kedua telah
mengantarkan bangsa imperialis kapitalis itu mengalami kemajuan pesat dalam
bidang-bidang duniawi materialistis. Kita menginginkan hidup seperti mereka
tanpa lebih jauh mempelajari sebelumnya baik dan buruknya sistem demokrasi
untuk negeri kita Indonesia tercinta.
Sungguh kita telah terjerumus jauh ke dalam praktik-praktik kotor akibat
sistem demokrasi yang membuat manusia berlomba dan berkompetisi di seputar
harta, tahta, dan wanita. Sistem itu telah menjauhkan kita dari jati diri
yang sebenarnya jauh lebih mulia dari para keparat yang bangsanya telah
menjajah bangsa-bangsa lain, namun pemikirannya dipergunakan juga dengan
bodoh oleh bangsa-bangsa yang dijajahnya. Kita Indonesia telah berulang kali
dijajah oleh mereka dan ditipu sampai hari ini, namun dengan tololnya
pemikiran-pemikiran mereka digunakan sebagai standar untuk menyelesaikan
permasalahan bangsa kita dan menjadi rujukan hampir di setiap tindakan kita.
Sampai kapan pun jika bangsa ini tak juga menyadari kemuliaan, kecerdasan,
dan kekuatannya sendiri dalam arti mengekor saja pada keinginan dan
pemikiran bangsa-bangsa lain, negeri ini akan terus menderita dan sengsara.
Anugerah Allah swt yang berupa nilai-nilai dan norma-norma keluhuran diri
yang telah dilekatkan sejak dalam kandungan sama sekali tidak diperhatikan
dan hanya dianggap produk kolot, terbelakang, dan menjenuhkan. Padahal,
Allah swt menganugerahkan itu semua agar kita mampu beradaptasi dengan baik
untuk mencapai kemakmuran lahir batin dan berkembang secara alamiah menuju
kesempurnaan.
Untuk itulah, Mangkusantara berupaya mengingatkan bahwa sebenarnya jati diri
bangsa Indonesia adalah lebih mulia dan lebih tepat untuk dipergunakan
menyelesaikan segala permasalahan bangsa serta menjadi dasar dalam menapaki
kehidupan pada masa depan. Hentikan menganggap diri terbelakang. Kita sudah
dibekali banyak kemewahan oleh Allah swt. Jika kita mau menggunakannya, kita
akan menjadi bangsa terkuat, terunik, mandiri, dan mulia, baik di hadapan
manusia maupun di hadapan Allah swt.
*******
|